BMN (GOVERNMENT ASSETS) · EXPERIENCE

Laporan Wasdal BMN


Salahsatu dari petugas yang menangani BMN di sebuat satker (satuan kerja) pada K/L/D/I Pemerintah Indonesia adalah membuat atau menyusun dan menyampaikan Laporan Wasdal BMN tiap tahun anggaran.

Kementerian Keuangan Tower

Dasar hukum  pelaksanaan wasdal dan pelaporannya tertuang pada PMK 244 tahun 2012 yang telah diubah oleh PMK 52 tahun 2016, dan Petunjuk Teknisnya ada pada Perdirjen KN No. 4 Tahun 2016. Dengan peraturan-peraturan tersebut sebenarnya telah jelas kewajiban satker dalam memberikan informasi pada pengelola barang sehingga pengelola barang dapat menjalankan tugasnya sebagai manajer aset.

Menteri Keuangan dalam hal ini mendelegasikan wewenangnya sebagai pengelola BMN pada DJKN yang selanjutnya mendelegasikan kembali pada Kanwil DJKN dan KPKNL sebagai unit vertikalnya memiliki peran sebagai manajer aset negara. Dengan kata lain mereka lah yang memastikan semua aset milik pemerintah pusat telah digunakan sesuai tujuan awalnya, yaitu demi kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. Tugas ini adalah tugas yang tidak mudah, melihat luasnya ujung barat sampai timur, dan ujung selatan sampai utara Indonesia yang luar biasa luasnya. Berbagai daerah dan kontur harus dilalui bahkan hanya untuk sekedar menengok aset milik negara ini. Sulit, tapi bukan hal tidak mungkin, itu prinsip dasar yang menjadi acuan semua pegawai yang diberikan tugas tersebut.

Dewasa ini, peran teknologi sangat membantu pencapaian tugas dan fungsi dari pelayanan dan kinerja Pemerintah. Termasuk di dalamnya pelaksanaan wasdal di daerah-daerah. Sekarang kita dapat melihat aset yang diseberang pulau hanya dengan meluncurkan mesin canggih bernama drone untuk mendokumentasikannya. Kita juga dapat melakukan rapat secara jarak jauh dengan tele-conference. Data yang dihimpun dapat kita simpan secara online untuk akses yang cepat oleh Kantor Pusat, dan berbagai keuntungan-keuntungan lainnya.

Akan tetapi peningkatan fasilitas saja tidak cukup. Sampai saat ini kita masih terkendala pada SDM. Peran manusia tetap mengambil alih bagian yang cukup besar. Percuma saja kita dapat menghimpun ribuan foto aset tetapi kita tidak mengerti foto itu harus diapakan. Kekurangan kita dalam memahami peraturan dan kurangnya sosialisasi terkait hal tersebut menjadi kendala yang sampai saat ini terjadi. Upaya-upaya seperti training, bimtek, serta sosialisasi masih belum dapat menggapai semua lini yang dibutuhkan. Dan yang terjadi adalah ketidaksesuaian lapangan dengan peraturan yang berlaku. Wajar memang sebagai manusia pasti kita tidak bisa langsung benar, tetapi sampai kapan kita akan berada di zona ketidakbenaran tersebut. Minimal kita perlu adanya rasa ingin berubah ke arah yang lebih baik.

Jika proses wasdal ini telah sampai ke tahap yang ideal, potensi dari aset-aset ini akan berdampak yang luar biasa. Salahsatu potensi tersebut adalah perolehan penerimaan negara. Kita dapat memperoleh sumber pendapatan lain selain pajak, bea cukai, dan migas, yaitu dari pemanfaatan aset negara. Dengan dihitung secara rapi, kemungkinan besar banyak aset negara yang terindikasi idle alias tidak diperlukan dalam menjalankan tusi atau berlebih. Sehingga aset tersebut dapat dimanfaatkan dengan cara disewakan misalnya, atau digunakan satker BLU untuk mencari profit dalam bentuk usaha. Tergantung regulasi yang diterapkan oleh pemerintah pada masa itu.

Dengan adanya penambahan penerimaan negara, diharapkan dapat mengurangi beban utang negara kita. Dan belanja pemerintah Indonesia yang luar biasa besar itu tidak akan bergantung terus dengan Pajak. Pajak memang paling mudah didapat, tetapi pajak mempengaruhi kegiatan ekonomi kita. Tarif pajak yang terlalu besar akan mengurangi gairah perekonomian. Tetapi tarif yang terlalu rendah dapat membahayakan APBN negara. Berbeda dengan penerimaan negara dari aset yang tidak memiliki risiko tersebut.

~ Mari Benahi Aset Negara ~

Tulisan ini hasil pemikiran penulis sendiri, bukan mencerminkan instansi dari penulis. sueerrrr… dah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s