EXPERIENCE · KNOWLEDGE

Online Apps versus Offline Apps… Lebih baik mana?


Menjelang tahun 2017 ini perkembangan aplikasi sudah sangat pesat. Dibandingkan dengan tahun 2004 saat saya baru mulai belajar komputer, teknologi komputer dan familynya telah mengadopsi teknik-teknik yang aneh dan unik. Salahsatunya adalah penggunaan jaringan Internet (bukan internet ya) untuk menunjang kekuatan dari sebuah aplikasi. Di sini kita sudah tidak membahas hanya komputer, tetapi perangkat lainnya seperti handphone, smart tv, game console, dan perangkat pelayanan publik.

bigstock-offline-and-online-chart-with-27598583Dahulu sebuah aplikasi hanya menggunakan resource yang terdapat pada perangkat yang terinstall saja. Atau kita sebut saja aplikasi offline. Aplikasi ini akan menyimpan data pada perangkat yang kita pakai. Sehingga ketika kita memakai perangkat baru kita harus memastikan terlebih dahulu bahwa aplikasi yang sama telah terinstall atau belum walau hardware yang digunakan identik. Contoh aplikasi ini sangat banyak, seperti os microsoft windows, adobe photoshop, game dota, dan web browser chrome.

Sekitar beberapa tahun lalu mulai dikembangkan aplikasi berbasis Internet atau online yang biasanya dapat digunakan hanya dengan membuka web browser. Aplikasi ini tidak perlu penginstallan samasekali, dan sering kali mendukung fitur banyak platform. Artinya dapat digunakan di berbagai jenis hardware. Contoh nyatanya adalah aplikasi blog ini, wordpress. Text editornya merupakan aplikasi yang berbasis online, kita tidak perlu punya ms word dulu atau menginstall apapun, asalkan bisa membukan jaringan Internet yang terhubung ke server wordpress.com maka kita bisa membuat sebuah tulisan layaknya ms word. Adapula aplikasi lainnya seperti game online, file organizer, office online, dan video editor online (youtube!).

Aplikasi di atas adalah aplikasi yang seratus persen menggunakan kecanggihan Internet. Selain itu ada  aplikasi yang setengah online dan setengah offline, bahkan hampir kebanyakan aplikasi saat ini seperti itu. Jadi aplikasinya tetap diinstall seperti biasa, tetapi data disimpan secara cloud computing. Perhatikan aplikasi smartphone, hampir semuanya seperti itu. Aplikasi chat seperti whatsapp, LINE, BBM, mereka menginstall pengolah datanya di telepon tapi menyimpan data utamanya di server mereka sendiri. Cara kerjanya seperti game online, kita hanya perlu menyimpan id dan password saja. Buka di tempat lain maka data kita akan tetap sama.

Jika diperhatikan secara sederhana aplikasi online memiliki banyak kelebihan sehingga jauh lebih unggul dibanding aplikasi offline. Tetapi untuk beberapa sisi, saya berpikir terkadang aplikasi offline lebih baik. Ini saya dapat setelah menggunakan beberapa aplikasi dalam pekerjaan saya. Terkadang ada beberapa data penting dan cukup sensitif bila bocor ke luar, sehingga lebih baik diolah dengan aplikasi offline. Tetapi aplikasi online memiliki kelebihan dalam back up data. Dan aplikasi yang full online memberikan akses yang lebih fleksibel dan kompabilitas tinggi.

Dengan adanya kelebihan dan kekurangan tiap tipe aplikasi dari segi basis data, saya masih belum dapat menyimpulkan aplikasi mana yang terbaik. Kita lihat saja perkembangan dunia teknologi terhadap pembuatan aplikasi. (HSB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s