Baru-baru ini muncul berita seorang jurusita Ditjen Pajak Kemenkeu telah tewas saat menyampaikan penagihan pajak di Nias, Sumatera Utara. Ia tewas ditusuk wajib pajak yang ditemuinya. Berita ini cukup menghebohkan karena selama ini belum pernah (setahu saya) terjadi kasus seperti ini yang diangkat ke media.

Saya sebagai pegawai yang berada di lingkup yang sama cukup merasa was-was dengan berita ini. Walaupun sebenarnya di pekerjaan apapun resiko pekerjaan yang menyangkut nyawa akan selalu ada. Lingkungan masyarakat dan tiap daerah sangat mempengaruhi besaran resiko tersebut. Dan dengar dari beberapa senior yang bekerja di daerah medan atau sumut daerah Nias memang daerah yang memiliki resiko tinggi untuk seorang juru sita.

Di kantor saya juga memiliki beberapa orang juru sita. Namun untuk saat ini mereka tidak terlalu aktif melakukan penyitaan karena perubahan peraturan atas jobdesk mereka. Sedikit berbeda dengan juru sita pajak, kami melakukan penagihan pada debitur yang berutang pada negara. Jika mendengar cerita pegawai-pegawai lama, dahulu proses penagihan kami malah bisa lebih ngeri lagi. Dari yang namanya dikepung masyarakat sampai ilmu hitam bisa jadi resiko pekerjaan kami.

Beruntunglah saya mulai berkarir di zaman yang berbeda. Sekarang resiko pekerjaan kami cukup rendah untuk menyangkut nyawa. Tapi ada resiko-resiko lain yang dapat menjadi batu sandungan lain.

Kebetulan saja saya saat ini sedang menjalani sertifikasi yang mungkin cukup menaikkan resiko pekerjaan saya. Hampir menyerempet nyawa, resiko dari jalan yang saya ambil adalah penjara. Ya, ketika banyak orang menghindari ujian sertifikasi ini, entah kenapa saya malah sangat ingin memilikinya. Bukan dari konsep high risk high return nya, tapi keinginan saya memiliki berbagai jenis kemampuan yang berguna bagi orang lain. Dan juga rasa penasaran saya terhadap pekerjaan yang memerlukan sertifikat tersebut. Saat tulisan ini dibuat saya sedang dalam proses ujian itu, jadi belum tahu apa saya lulus atau tidak.

Kepada para siswa atau mahasiswa yang sebentar lagi akan menginjakkan kaki di dunia kerja, saya ingin berpesan. Jangan takut akan resiko dari sebuah pekerjaan. Takutlah anda tidak pernah mencoba melawan rasa takut itu. Itu yang saya pelajari selama ini.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s